Aku Cinta Kamu
Biarkan aku berpikir sejenak. Benar-benar sejenak.
Sunyi selalu terasa, walau tak ingin merasa.
Mana rindu, mana tembok, aku tak tahu.
Selalu berpapasan dengan keyakinan bahwa semua harus digiring semestinya.
Sayang tak ada tebing. Hanya lewat tebing aku bisa menggambarkan.
Keras dan terjalnya pertengkaran rasio dan benakku.
Cinta yang tak pernah mati, walau jantung sibuk berkata; lelah.
Untuk menampar diri, bahwa ternyata sangat benar.
Aku cinta kamu.
